Kekuatan Cinta

Posted by sumarna in Jun 27, 2011, under Uncategorized

POWER OF LOVE

“Dimana cinta bersemi, di situ sesuatu yang mustahil akan dicapai”. (Peribahasa India)

Tahukah Anda, CINTA menyembuhkan segalanya? Tidak ada yang tidak bisa dilakukan cinta di dunia ini.
Cinta adalah jawaban bagi persoalan-persoalan kita, jalan sejati menuju kebahagiaan, dan fondasi utama untuk kekuatan pribadi. Karena tidak ada CINTA, kita merasa tak bahagia, gelisah, tertekan dan tersesat.
Kita juga menjadi budak bagi ego, kita dengan mudah kehilangan kendali, dan kita cenderung memusatkan perhatian dan energi untuk hal-hal yang tak penting. Dengan tidak adannya CINTA, kita kekurangan penghargaan terhadap diri sendiri (self esteem) dan juga kepercayaan diri. Tetapi dengan CINTA, kita merasa hidup, kita menggunakan waktu kita dengan bijak dan kita membantu orang lain dengan cara apa pun yang kita bisa.

Tiga komponen kekuatan CINTA adalah memaafkan, mencintai dan memberi.
I. Kekuatan cinta pertama adalah memaafkan

Permaafan adalah bentuk tertinggi dari Cinta, Ia membebaskan kesenangan, membawa kedamaian, melemahkan emosi-emosi negatif dan mengurangi penderitaan-penderitaan dan kesengsaraan yang tak perlu.
Permaafan mengizinkan cinta kembali masuk ke dalam kesadaran Anda. Permaafan adalah rahasia kebahagiaan.  Sebagaimana dikatakan Francis Bacon,” Salah satu rahasia hidup panjang umur dan berlimpah adalah memaafkan siapa saja dan apa saja, setiap malam sebelum tidur”.

Semua Nabi dan utusan yang dikirim Tuhan menjelaskan berbagai manfaat permaafan, dan semua agama menekankan kekuatan permaafan. Inilah jalan utama menuju kebebasan dan kesehatan yang luar biasa.
Anda mungkin berkata,” Semua itu kedengarannya bagus tetapi kadang-kadang tidak mudah memaafkan seseorang yang sudah menyebabkan banyak penderitaan dan kesengsaraan kepada saya.”
Saya setuju dengan Anda, akan tetapi harga untuk menyimpan kebencian dan emosi-emosi negatif lebih besar daripada yang pernah Anda bayangkan.

Mengapa memaafkan itu penting?.
Jiwa Anda terhambat oleh kebencian, kemarahan dan dendam.
Jiwa berfungsi paling baik dengan kekuatan cinta dan hubungan baik Anda dengan Tuhan. Jiwa Anda sepenuhnya terpisah dari ego dan berbagai keterbatasannya, jadi ketika Anda terus menyimpan kemarahan dan emosi-emosi negatif, Anda mencegah jiwa untuk berfungsi dengan maksimum dan itu saja sudah cukup menjadi alasan utama ketidakbahagian dan kesakitan.

Ketika jiwa dipengaruhi secara negatif, secara otomatis ia mempengaruhi kekuatan mental Anda, sehingga Anda mendapati diri Anda berpikir secara negatif. Anda memberi makan pikiran Anda dengan gagasan negatif, dan semakin Anda menjadi seperti yang Anda pikirkan.  Anda menghakimi, menyalahkan, dan mengkritik orang lain dengan cepat dan pasif. Pikiran-pikiran Anda menciptakan penghargaan Anda terhadap diri sendiri dan menentukan bagaimana perasaan Anda mengenai diri sendiri.
Pikiran-pikiran negatif ini menciptakan citra diri Anda dan bagaimana Anda menggambarkan diri Anda. Tetapi itu belum semua; pikiran Anda menciptakan kepercayaan Anda mengenai segala sesuatu dan orang-orang, dan pikiran negatif Anda bisa menyebabkan kesepian, kehilangan teman-teman, juga kehilangan banyak kesempatan.

Kekuatan spritual Anda mempengaruhi kekuatan mental Anda, dan kekuatan mental membawa Anda ke level beriktunya, dan itu mempengaruhi kekuatan emosional Anda, membuat Anda mengalami perasaan-perasaan sedih, sepi, marah, dan stres yang pada gilirannya membawa ke level berikutnya. Kekuatan emosional mempengaruhi kekuatan fisik. Pada level fisik. Anda bisa menderita dengan segala jenis penyakit.

Ketika Anda menyimpan perasaan-perasaan negatif kepada seseorang berarti Anda menjaga orang itu untuk aktif dalam kehidupan Anda, dan kalian berdua saling mengikat satu sama lain dengan tali kebencian dan kemarahan. Semakin Anda memikirkan orang itu, semakin kuat tali yang mengikat kalian, dan semakin besar pula sumur emosi-emosi negatif yang Anda alami.

Mulai hari ini putuskan emosi-emosi negatif Anda. Jangan pernah menunda-nunda untuk memaafkan. Lakukan sekarang, ayeuna , do it now !, ok bro!

Ide permaafan umumnya banyak disalahpahami karena:

Mitos 1. Memaafkan berati lemah?

Orang-orang mengira bahwa ketika mereka memaafkan seseorang berarti mereka kehilangan kekuatan, lemah dan pada saat yang sama memberikan kekuatan kepada orang lain.
Padahal yang benar sebaliknya. Memaafkan adalah kekuatan. Sebagaimana dikatakan Gandhi,”Orang lemah tidak bisa memaafkan. Memaafkan adalah tindakan orang kuat.”

Mitos 2: Memaafkan berarti menerima luka dan penderitaan orang lain.

Ada perbedaan besar antara memaafkan seseorang dan menyetujui perilakunya. Anda punya hak untuk tidak setuju dengan sikap dan perilaku seseorang dan masih bisa menerima orang tersebut sebagai mahluk Tuhan yang hebat dan memperluas permaafan Anda.
Jika Anda memikirkannya seperti ini, itu mengizinkan Anda untuk memisahkan seseorang dari perilakunya- karena bagaimanapun, seseorang itu tidak sama dengan perilakunya. Pertama-tama, cobalah untuk memahami pesan dari perilaku ini. Mintalah penjelasan, sehingga Anda akan bisa melihat situasi itu dengan lebih baik dari sudut pandang orang lain. Dengan begini Anda menghindari penderitan yang tidak perlu dan pada saat bersamaan Anda menjadi seorang komunikator ulung.

Mitos 3;  Memaafkan berarti melupakan!

Ya, dalam beberapa hal, untuk memaafkan Anda harus benar-benar melepaskan kontek situasinya sebagaimana Anda harus membuang emosi negatif yang menyertai.
Banyak buku mengatakan, maafkan dan lupakanlah. Tetapi jika Anda memaafkan dan melupakan, Anda bisa mengulang kesalahan yang sama! Agar dapat melepaskan situasinya, Anda perlu melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Maafkan orangnya
  2. Ambil pelajaran dari situasinya
  3. Ingat selalu pelajarannya
  4. Lepaskan emosi negatif yang menyertainnya.

Itulah cara agar Anda benar-benar mendapat manfaat dari tindakan memaafkan, karena jika Anda mengalami situasi yang serupa di masa depan, Anda akan tahu apa yang mesti Anda lakukan.

II. Kekuatan cinta kedua adalah Mencintai

” Inti kebesaran adalah kemampuan untuk memilih cinta sebagai jalan hidup.” (Dr. Ibrahim Elfiky)

Cinta sungguh obat mujarab, cinta adalah jawaban atas semua tantangan dalam hidup. Setiap kali Anda memberikan atau mengirimkan cinta, Anda tidak saja akan menerimanya kembali, tapi juga mengurangi emosi-emosi negatif dan mengatasi rasa takut. Seperti dikatakan dalam the Course in Miracle,” Di mana ketakutan telah sirna, di sana pasti akan hadir cinta. Dan dimana cinta berada, yang lain akan sirna.”

Tetapi, apakah kita sedemikian membutuhkan cinta? Jawabannya ádalah, “Pastinya!: Cinta sama pentingnya dengan udara yang kita hirup, makanan yang kita santap, air yang kita minum, Cinta ádalah syarat bagi kehidupan yang sehat dan seimbang.

Kebutuhan kita terhadap cinta datang  setelah kebutuhan untuk bertahan hidup. Kadang kebutuhan ini bahkan menjadi lebih penting daripada kebutuhan kita untuk hidup. Bisakah Anda percata ini?.
Pernahkah Anda mendengar tentang orang-orang yang menempatkan hidup mereka di dalam bahaya demi seseorang yang mereka cintai? atau mungkin tentang orang-orang yang mempertaruhkan hidup di dalam bahaya demi menyelamatkan seseorang yang mereka bahkan tidak kenal, hanya atas alasan cinta?

Kadang-kadang cinta bisa menjadi lebih kuat daripada sekedar naluri bertahan hidup, dan sebagian orang mau melakukan apa saja untuk memberikannya.

Disisi lain, sebagian orang akan bersedia melakukan apapun untuk mendapatkan cinta. Pernahkah Anda mendengar tentang seseorang yang melakukan bunuh diri karena merasa tak dicintai seorang pun? Atau seseorang menjadi pecandu obat-obatan terlarang karena merasa tak seorangpun peduli kepadanya?.

Kurang cinta bisa menyebabkan perasaan-perasaan kesepian, kebencian, marah, depresi dan perilaku-perilkau buruk. Itu adalah alasan utama penghargaan yang rendah terhadap diri sendiri dan penyebab kebiasaan-kebiasaan yang buruk.

Dua hukum yang kuat yaitu: Hukum pikiran menyatakan apapun yang Anda pikirkan akan berkembang.
Dalam the universal laws of success and achievement , Brian Tracy, salah satu pakar terkemuka  dunia di bidang kesuksesan pribadi dan bisnis mengatakan,” Pikiran-pikiran di dalam benak menghasilkan yang serupa.” Singkatnya, jika Anda memikirkan sesuatu, Anda akan lebih banyak melihat sesuatu itu. Bahkan, Anda bisa menggunakan Hukum Pikiran untuk memprogram diri Anda agar lebih banyak melihat apa yang Anda pilih dalam hidup Anda. Anda bisa memprogram pikiran untuk membuat Anda melihat bukti betapa menariknya Anda. Semakin Anda menjaga pemikiran itu di dalam pikiran, semakin ia menjadi kuat pada level yang lebih mendalam di pikiran alam bawah sadar Anda. Dengan segera  itu menjadi sebuah kebiasaan dan inilah yang menjadi dasar bagi hukum  kedua yang ingin saya perkenalkan kepada Anda.

Hukum kebiasaan menyatakan bahwa” kebiasaan di ciptakan oleh pengulangan”, yang berarti bahwa jika Anda terus menerus mengulang suatu kejadian, kejadian itu akan di programkan ke alam bawah sadar dan Anda akan bisa melakukannya bahkan tanpa berpikir. Sebenarnya, dengan cara itu Anda telah mengembangkan semua kebiasaan Anda!
Anda bisa menjadikan perilaku mencintai sebagai  kebiasaan. Karena Hukum Pikiran membuat Anda  lebih banyak melihat yang Anda pikirkan, maka jika Anda terus menerus memikirkan hal yang sama berarti Anda mengembangkan kebiasaan.
”Mencintai Tuhan adalah cinta tertinggi; itulah jawaban bagi eksistensi kita dan jalan paling terang menuju kebebasan. ” (Dr. Ibrahim Elfiky)

”Makna eksistensi kita dan makna yang melahap hasrat hati Tuhan adalah bahwa kita harus mengizinkan diri kita untuk dicintai.” (Ruth Burrows)

Pilar pertama cinta tertinggi adalah mencintai Tuhan.

Dalam Creating Affluence Deepak Chopra mengatakan,” Pertama, kenalilah Tuhan. Segala yang lain hanyalah detail,” Tuhan telah menciptakan Anda dan mencintai Anda tanpa syarat. Dialah yang pertama dan terakhir, tidak ada yang sebelum Dia dan tidak ada yang setelah Dia. Dialah kekuatan tertinggi, yang maha pemurah dan maha pemberi, dan tak peduli apapun yang pernah Anda lakukak, tak peduli berapa banyak dosa yang Anda kerjakan, Jika Anda memohon ampunan Tuhan dengan hati yang tulus, Dia akan mengampuni Anda.
Nabi Muhammad bersabda,”Wahai Anak Adam, jika dosamu setinggi langit dan engkau memohon ampunan kepada Tuhan. Dia akan mengampunimu.” Bisakah Anda bayangkan betapa Tuhan sangat mencintai Anda?

Pilar kedua cinta tertinggi adalah mencintai diri Anda.

Mencintai Tuhan akan membantu Anda menggunakan energi spiritual Anda dengan cara yang sehat. Anda adalah makhluk ciptaan Tuhan, dan karena Anda mencintai Tuhan, Anda pasti mencintai anugerah-anugerah yang Dia berikan kepada Anda.
Sekarang saya ajukan beberapa pertanyaan untuk Anda:
Bagaimana perasaan Anda mengenai diri Anda?
Apakah Anda menerima diri Anda apa adanya?
Apakah Anda menilai diri Anda sebagai manusia yang cerdas?

Anda tahu, yang sudah terjadi pada masa lalu kini tak begitu penting lagi-yang penting adalah sekarang. Masa lalu sudah berlalu, tetapi Anda bisa menggunakan pengalaman-pengalaman masa lalu untuk membantu Anda pada masa depan. Tidak ada yang disebut masa lalu yang buruk; masa lalu hanyalah sekumpulan pengalaman dan pencapaian, dan jika Anda tidak mempunyai pengalaman-pengalaman itu Anda akan terus melakukan kesalahan-kesalahan yang sama, lagi dan lagi. Tak penting apa yang dikatakan orang mengenai Anda, karena itu takkan pernah benar. Anda adalah ciptaaan Tuhan. Tuhan menciptakan Anda dengan sebaik-baik cara, jadi siapa dia berhak mengatakan kepada Anda bahwa Anda tidak baik atau men-cap Anda dengan cara apapun? Seperti kata orang bijak:”Pendapat Anda tentang saya bukanlah urusan saya.”

III. Kekuatan Cinta ke tiga adalah memberi

” Hal-hal terbaik dan terindah di dunia ini tak bisa dilihat atau disentuh. Mereka harus dirasakan dengan hati,” (Hellen Keller)

Nabi Muhammad saw. bersabda,” Harta kekayaan sejati seseorang adalah perbuatan baik yang dilakukannya di dunia,”.

Anda tahu, hal-hal yang paling dibutuhkan di dunia adalah kebahagiaan, kebebasan, keberhasilan, dan pikiran-pikiran yang tenang. Dan kita bisa mencapai semua itu dengan cara memberikannya kepada orang lain. Kita sangat kaya dengan apa yang kita berikan, bukan dengan apa yang kita miliki. Memberi adalah tindakan hati, bukan perintah dari otak. Memberi adalah ungkapan cinta dan keyakinan, dan jika kita ingin menerima maka kita harus memberi.
Sebuah peribahasa Cina mengatakan,”Taburkan banyak maka panen yang banyak, dan taburkan sedikit maka panen sedikit.” Orisen Swett Marden mengatakan,” kita harus lebih banyak memberi untuk mendapat banyak. Kedermawanan kita dalam memberi itulah yang mendatangkan hasil panen yang berlimpah.”

Apapun yang Anda berikan hari ini akan berlipat ganda sepuluh kali dan kembali kepada Anda. Balasannya mungkin tidak datang langsung , atau berasal dari sumber yang sama, tetapi hukum kembali akan selalu bekerja, dan akan dikejutkan oleh kelimpahan yang akan mengelilingi Anda dengan segala cara. Kita benar-benar hidup karena memberi kepada orang lain. Sebagaimana dikatakan Winston Churchill,” Kita memenuhi kebutuhan hidup dengan apa yang kita dapatkan, tetapi kita menciptakan kehidupan dengan apa yang kita berikan.”
Inilah kekuatan memberi. Ketika  Anda memberi uang kepada orang lain dengan penuh cinta dan hati yang tulus, Tuhan akan mengisi kehidupan Anda dengan kelimpahan dalam berbagai cara. Anda akan memiliki rasa kepuasan  yang luar biasa dan Anda akan menjadi lebih bahagia daripada sebelumnya. Seperti yang dikatakan Rod Mckevin,” Anugerah-anugerah  yang kita terima karena memberi demikian tak terhingga sampai-sampai untuk menerimanya saja terasa nyaris tidak adil.”

Manfaat memberi telah dinyatakan dalam Al-Quran sebagai berikut:
”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs: Al Baqarah(2)  Ayat No: 261).

Leave a Comment more...

Ikhlas Tanpa Batas

Posted by sumarna in Jun 27, 2011, under Uncategorized

Target ikhlas tanpa batas meliputi seperti dalam doa iftitah (doa yag sering di ucapkan umat islam dalam shalat), “ Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku karena untuk Allah SWT.”

Kedekatan hamba dengan penciptanya (Allah swt) terletak dan terukur pada ketulusan atau keiklasan dalam melakukan kegiatan dalam shalat (sembahyang), melakukan ibadah, menjalankan kehidupan dan menempuh kematian.

Siapakah yang paling tahu tentang keikhlasan ini?, yang paling tahu ikhlas tidaknya amal adalah pribadi yg melakukannya dan Tuhan yang Maha tahu. Selain itu hanya mendapatkan kesan saja atas perilaku yang dikerjakan.

Mari kita luangkan waktu untuk merenungkan sejenak tentang diri kita ini.

Maha suci Tuhan yang telah menciptakan manusia begitu sempurna. Dari setetes sperma bertemu dengan sel telur kemudian segumpal daging terus berkembang membentuk menjadi jasad manusia.

Setelah menjadi jasad manunusia kemudian Tuhan memberinya ruh ke jasad manusia sehingga terciptalah manusia yang sempurna yang memiliki jasad (lahir) dan bathin (jiwa).

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku (Allah)..” – Surah az-Zariyat (51): ayat 56.

Kehidupan jasad manusia ada masa limitasinya, walaupun manusia berusaha sekeras apapun kehidupan jasad manusia tetap ada limitasinya. Yang dapat kita jaga dari kehidupan jasad supaya selalu sehat dan organ jasad bekerja dengan baik.

Setiap yang bernyawa atau berjiwa akan merasakan mati dan ini berlaku universal. Kematian akan dijalani oleh setiap manusia dan itu sesuatu yang pasti baik besok, lusa atau waktu yang akan datang yang sudah ditetapkan Tuhan yang menjadi rahasia bagi manusia dan inilah yang dinamakan kiamat kecil.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. “(QS: Ali Imran(3) Ayat No: 185)

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (QS: 39. 42)

Setiap manusia akan mendapatkan rezeki dan kematian yang sudah ditentukan oleh Tuhan dan itu rahasia Tuhan terhadap manusia.

“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihat (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,..( QS: An – Najm (53) ayat 39-41)

“Sesungguhnya kepada Tuhan (Allah) kesudahan kamu (tempat kembali). Dialah yang membuatkan kamu tertawa dan Dia juga yang membuatkan kamu menangis. Dialah yang mematikan kamu dan menghidupkan kamu kembali.” – (QS:Surah an-Najm: ayat 42-44)

Kita sering menyaksikan manusia mempunyai rezeki yang berbeda-beda seperti:

1. Pendapatannya lebih besar dari pengeluarannya

2. Pendapatannya lebih kecil dari pengeluarannya.

Bersyukurlah bila pendapatan lebih besar dari pengeluarannya, dengan demikian kita telah diberi kesempatan oleh Tuhan untuk memberi dan menafkahkan kepada yang membutuhkan. Berbagi untuk sesama dan supaya mendekatkan diri terus menerus kepada Tuhan agar selalu di tambah keberkahannya.

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS: Ali Imran(3) Ayat No: 92).

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. ” (Qs: (2) Ayat No: 261)

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS.2. ayat 262)

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS.2. Al Baqarah ayat 267.)

Bersabarlah bila pendapatan lebih kecil dari pengeluaran. Dengan bersabar atau menahan diri merupakan cobaan atau tempaan yang diberikan Tuhan supaya lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. “(QS: Al Baqarah(2) Ayat No: 153)

“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), “(QS: Ar Ra’d(13) Ayat No: 22)

Kehidupan manusia tidak terlepas dari suka dan duka, sedih dan gembira, menangis dan tertawa, baik pada siang dan maupun malam. Kita menerima apa yang diberikan oleh Tuhan dengan ikhlas, begitu juga dalam ber-amal atau menafkahkan sesuatu dibarengi dengan ikhlas.

Ikhlas tanpa batas merupakan cara menjalankan kehidupan dengan tulus dan wajar.

Yang bagaimana ikhlas tanpa batas itu?, ada beberapa pendapat mengenai hal ini yang dapat menjadi referensi buat kita dalam bersikap, bertingkah laku dan berorientasi kedepan.

“ Ikhlas adalah inti amal dan penentu diterima-tidaknya sesuatu amal di sisi Allah yang Mahatahu. Amal tanpa Ikhlas bagaikan kelapa tanpa isi, raga tanpa nyawa, pohon tanpa buah, awan tanpa hujan, anak tanpa garis keturuann, dan benih yang tidak tumbuh.”

(Syech Abi Thalib al-Makki)

“Dalam beramal didunia ini, janganlah kamu meninggalkan keikhlasan karena Allah semata. Amal ikhlaslah yang akan mendekatkanmu kepada-Nya dan memutuskanmu dari selain-Nya.”

(Imam al-Junayd al-Bagdadi)

“Setiap amal tanpa keikhlasan ibarat kulit biji yang tak berisi, ibarat keranda tak bernyawa, dan ibarat gambar tak bermakna.”

(Syekh Abd al-Qadir al-Jaylani)

Nilai sebuah amal atau perbuatan ditentukan oleh seberapa tulus niat kita.

Perbuatan yang dimaksud tentu adalah termasuk hal-hal yang termasuk ketaatan atau perkara yang dibolehkan, bukan hal yang dilarang. Tak ada ikhlas untuk perbuatan-perbuatan yang tergolong kemaksiatan.

Tulusnya amal diukur baik sebelum, selama dan setelah kita berbuat. Kita harus tulus di ketiga tahapan ini, dan tak hanya salah satunya.

TULUS SEBELUM BERBUAT berarti kita berniat untuk melakukan suatu perbuatan demi Allah semata, bukan demi memperoleh pujian, penghargaan ataupun balasan dari orang , bukan pula demi harta, jabatan atau popularitas dimata khalayak. Tulus sebelum berbuat juga berarti berkehendak melakukan sesuatu perbuatan bukan karena dorongan emosi negative (seperti kemarahan) dari dalam diri, atau karena ingin bereaksi atas suatu situasi (seperti karena di komentari atau dimaki-maki)

TULUS SELAMA BERBUAT berarti kita membaguskan perbuatan kita hanya karena keteringatan pada Allah, bukan karena keteringatan kita pada manusia; karena merasa senantiasa diawasi oleh Allah; bukan karena merasa sedang di amati oleh manusia.

Tulus selama berbuat juga tidak berarti tidak berbuat dengan malas – malasan (saat sendiri atau tampak oleh orang), dan tak gampang mundur, panik atau putus asa saat bertemu kesulitan atau kendala. Tulus selama berbuat juga berarti berbuat tanpa membayangkan bagaimana kita akan di nilai, dipuji, atau dihormati ketika nanti menyudahi perbuatan tersebut, ataupun sebaliknya resah membayangkan anggapan orang-orang yang nantinya meremehkan.

TULUS SETELAH BERBUAT berarti tetap mengingat Allah saat disanjung ataupun dicela; tak sombong saat dipuji, dan tak kesal saat dimaki. Kita menisbahkan kemampuan berbuat kepada Allah, dan bukan pada kemampuan kita sendiri, menyerahkan hasil perbuatan kita kepada Allah, dan tidak memandang bahwa hasilnya harus seperti harapan atas kemauan kita. Tulus setelah berbuat berarti kita tak berharap balasan, pujian ataupun ucapan terima kasih. Tulus setelah berbuat juga berarti tak mengungkit-ungkit perbuatan yang telah lalu, tak memamerkannya atau menyombongkannya dalam hati, dan tak tersinggung kalaupun tak disebut-sebut oleh orang.

Inilah ikhlas tanpa batas yakni ikhlas dalam segala hal dan dalam segala perbuatan; suatu ikhlas yang menjadi ekspresi tauhid, yakni ikhlas sebagai pemurnian hati dari segala syrik, dari syrik besar hingga syrik yang sekecil-kecilnya, dari syrik yang nyata hingga syrik yang samar-samarnya.

Orang yang tulus hanya bergantung kepada Allah, tidak menjadikan amalannya sebagai sandaran kemajuan spriritualnya, hanyalah mendambakan Wajah-Nya, tidak menjadikan syurga sebagai pemacu semangat beramalnya.

“seperti halnya jasad tak bernilai tanpa ruh, demikian juga amal, ia tak bernilai tanpa niat. Niat adalah hatinya hati. Kalau saja niat tak bertempat di hati, entah seperti apa nilainya hati.” ( Syekh Abu thalib al-Makki).

PERBUATAN ITU TERGANTUNG PADA NIATNYA

Inti amal shaleh adalah keikhlasan hamba-hambanya karena Allah dalam niatnya. Karena itulah, ulama salaf suka mengawali majelis dan kitab mereka dengan hadis, ” Perbuatan itu bergantung pada niatnya.” Kita perlu mengikuti tradisi mereka ini karena merekalah generasi islam terbaik.

Poros Islam terletak pada tiga kriteria dalam inti perbuatan:

1. Segala perbuatan itu bergantung pada niatnya

2. Siapa melakukan amalan yang tidak diperintahkan, maka tertolak.

3. Yang halal itu jelas, dan yang haram pun itu jelas

Sesungguhnya agama berarti melakukan apa yang Allah perintahkan dan meninggalkan apa yang Alllah larang.

Ada dua macam yang Allah perintahkan sebagai berikut:

1. Amal lahir, yakni apa yang diwajibkan atau dianjurkan

2. Amal bathin, yakni ikhlas karena Allah.

YANG PALING BAGUS AMALNYA yaitu yang paling ikhlas dan benar amalnya.

Kalaupun amal dilakukakan dengan ikhlas, namun tidak benar, maka tidaklah diterima; dan kalaupun dilakukan dengan benar, namun tidak ikhlas, tidaklah diterima; yang diterima adalah yang dilakukan dengan ikhlas dan benar sekaligus.

IKHLAS berarti dilakukan karena Allah; BENAR berarti dilakukan berdasarkan sunah. Seperti yang terdapat dalam Al-Quram,” Barang siapa mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, hendaklah beramal shaleh dan tidak mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (al-Kahfi:110)

Amal shaleh adalah yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya, baik perintah wajib maupun anjuran, sedangkan tidak mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Allah berarti ikhlas karena Allah.

“ Barang siapa yang berserahdiri kepada Allah sedangkan ia pelaku ihsan, maka sungguh ia telah berpegang pada buhul tali yang kokoh.” (QS:Luqman:22)

Berserah diri kepada Allah mengandung pengertian mengikhlaskan amal karena Allah, sedangkan ihsan karena membaguskan amal karena Allah, yakni mengerjakan amal karena diperintahkan, sebagamana di firmankan,”Kami tentu tak akan menyia-nyiakan pahala bagi orang-orang yang membaguskan amalnya.” (al-Kahf:30)

“ Tidak mengawali perbuatan dengan niat sama saja dengan tidak berbuat. Engkau berdosa ketika berbicara atau diam bila bicara dan diammu tidak disertai dengan niat baik. Tanpa niat baik, bicaramu dan diammu tidaklah sesuai dengan sunah Rasullullah saw.” (Syekh Abd al-Qadir al-Jaylani)

Niat itu membedakan amal yang satu dan amal yang lain, dan membedakan orang yang satu dan orang yang lain, tapi niat sejati itu ada dalam hati. Ikhlas pun karenanya ada dalam hati.

Ikhlas versus Ria

Ikhlas sering diartikan sebagai tidak ria dalam beramal. Ria adalah syrik kecil. Ria bisa melanda baik pendamba dunia maupun pendamba akhirat.

Ria termasuk penyakit hati yang menyebabkan kekufuran. Orang yang ria biasanya berusaha mencari kesuksesan di dunia ini dengan melakukan berbagai ibadah, kemudian mengabarkan kesalehannya itu kepada orang lain. Memberitahukan amal kita kepada orang lain, tanpa mereka menanyakannya dan bukan dengan maksud mengajari atau memperbaiki pemahaman keagamaan mereka, termasuk sikap ria.

Ria adalah salah satu perwujudan sifat nifak (munafik), yaitu berusaha menampilkan suatu sikap yang bertentangan dengan kenyataannya. Lawan ria adalah ikhlas atau ketulusan hati yang merupakan dasar keberagamaan. Ikhlas berarti berbuat dan berperilaku selaras dengan iman. Sikap ikhlas lahir dari kesungguhan untuk mencari jalan keselamatan dan kedamaian di dunia dan diakhirat serta didorong oleh kehendak yang kuat untuk mendekati Allah.

Orang yang ikhlas akan menjaga segala tindakan, ibadah dan kesalehan lainnya agar tetap tak tampak dan luput dari perhatian manusia.

Orang yang ikhlas akan mendapatkan balasan karunia yang besar dari Allah di dunia ini, berupa kepuasan bathin karena selalu merasa diawasi dan diperhatikan oleh Allah. Rasululloh mengatakan,” Apabila kau tak sanggup melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu (HR. Muslim dari ibnu Umar).

Ada banyak ciri kemunafikan dalam diri kita. Tubuh merupakan sarana yang paling sering digunakan untuk menampilkan kemunafikan. Misalnya kita memelihara agar tubuh kita tetap kurus sehingga orang menyangka kita sering berpuasa dan shalat malam; muka yang pucat kita jadikan alat untuk menampilkan kesalehan dengan mengatakan bahwa pucatnya muka kita disebabkan oleh rasa takut dan cinta kepada Allah; kita rendahkan suara dan kita tundukkan pandangan agar orang lain menyebut kita orang yang rendah hati; atau kita berpura-pura bingung agar dianggap sering tafakkur, dan seterusnya.

Ciri-ciri itu berbeda dengan ciri nifak dalam lingkup keduniawian, yang diantaranya meliputi tubuh yang subur, pipi merah, muka yang senantiasa cerah ceria dan percaya diri, penampilan rapi, dan seterusnya.

Memperindah tampilan dan pakaian dapat mendorong kita pada kemunafikan. Pakaian yang rapi, bermode dan indah, dikenakan untuk menarik perhatian orang, perilaku santun dan ramah, yang ditampakkan agar orang bersimpati , merupakan tanda-tanda kemunafikan dalam lingkup duniawi.

Kendaki demikian, kemunafikan pun sering tampak pada orang yang berpura-pura zuhud; memakai pakaian yang tak layak, robek-robek atau penuh tambalan, rambut panjang tak terurus, dan sepatu usang, yang semuanya menampakkan bahwa ia tak punya waktu mengurusi dirinya karena sibuk beribadah kepada Allah. Ketika seseorang memintanya agar mencuci dan menyisir rambutnya serta menawarinya pakaian yang layak, ia menolaknya. Ia cemas bila orang –orang menganggap dirinya memperdulikan perhatian orang. Ia enggan memperhatikan dirinya seperti kebanyakan orang.

Meski demikian, orang munafik seperti ini tidak akan ragu mengubah penampilannya sesuai dengan harapan orang yang memuliakan dan menghormatinya. Ketika berkesempatan untuk berdampingan dengan penguasa penting atau orang kaya, ia akan mengubah penampilan dan cara berpakaiannya agar diakui oleh lingkungan itu. Ia khawatir pakaiannya yang kotor dan robek-robek itu membuat orang penting itu menjauhinya. Sebaliknya, ketika berada di lingkungan orang-orang shaleh, ia kenakan kembali pakaian zuhudnya.

Orang munafik akan menata lingkungannya untuk menciptakan kesan tertentu di mata manusia. Orang yang munafik dalam hal duniawi mengendarai kendaraan mewah, tinggal di rumah mewah, menjamu tamu-tamunya dengan meja jamuan yang tertata mewah. Tetapi , ketika sendirian di rumahnya, di dapur ia makan sisa-sisa hidangan dengan rakusnya.

Orang yang munafik dalam hal duniawi ataupun agama gemar menjual diri ke masyarakat umum dengan membangga-banggakan kedudukan penting dan terhormat yang diraih leluhur mereka. Padahal , semua itu sama sekali tidak berguna dan tidak mempengaruhi keadaan mereka saat ini.

Orang munafik yang berambisi meraih kemuliaan dan keagungan dalam beragama akan berusaha keras memberikan kesan bahwa ia bijak dengan mengatakan secara terbuka tanpa diminta, serta mengungkapkan kata-kata dan kalimat rumit yang susah dipahami. Ia menafsirkan ayat-ayat Al-Quran dan hadist Nabi secara panjang lebar sehingga makna sejatinya hilang atau berubah total. Ia mencela dan mengkritik orang lain kerena melakukan apa yang dilakukannya, serta menuduh mereka salah memahami Al-Quran. Ia bertingkah laku seolah-olah menguasi Al-Quran dan ribuan hadist, melibatkan diri dalam debat-debat yang tidak beralasan, menyerang orang lain, menyebutkan para ulama yang terkenal serta mengakuinya sebagai guru atau kawannya. Ia ceritakan pengalaman pribadinya dalam beribadah secara panjang lebar. Bahkan, apabila sedang diam pun, ia gerakkan bibirnya seolah-olah sedang berzikir. Ia tunjukkan kemarahan yang besar atau cucuran air mata ketika melihat atau mendengar kejahatan yang dilakukan orang lain. Ia keraskan suaranya sebagai tanda kenikmatan mendalam selagi membaca bacaan dalam shalat berjamaah. Dalam praktik semacam ini dan ibadah lainnya, ia berharap dapat memperlihatkan kelebihannya di atas, atau ke berbedaannya dari orang beriman lainya.

Mengevaluasi NIAT menakar KETULUSAN

Seluruh kebaikan terbagi menjadi dua yaitu yang rahasia dan yang tampak. Siapa tidak mampu memperbaiki amalnya yang rahasia, maka ia akan lebih tidak mampu memperbaiki amal yang tampak. Siapa kuasa memperbaiki amalnya yang tampak, berarti ia telah lebih lihai dalam memperbaiki amal yang rahasia.

Demikian pula halnya dengan amal yang banyak dan sedikit. SIAPA TIDAK MAMPU MEMPERBAIKI NIAT DALAM AMAL YANG SEDIKIT, MAKA IA AKAN LEBIH TIDAK MAMPU DALAM MEMPERBAIKI AMAL YANG BANYAK.

Siapa tidak mampu meninggalkan ria pada amal yang akan ia jalani, maka ia tidak akan mampu bersikap ikhlas dalam amal yang karenanya ia telah mendapatkan pujian, penghormatan, dan penghargaan.

Ini berlaku dalam segala hal. Meninggalkan apa yang belum pernah engkau miliki lebih mudah dari pada meninggalkan apa yang telah engkau miliki.

Siapa yang paling sejati niatnya?, Orang yang paling cinta niat.

Siapa yang paling jauh dari niat sejati?.Orang yang paling jauh dari niat adalah adalah orang yang paling melupakan niat. Orang yang paling melupakan niat adalah orang yang paling tidak tahu tentang niat.

Tanda ria yang pertama adalah menganggap sepele ketidaktahuan tentang ketulusan niat dalam amal. Tanda ketulusan yang pertama adalah rasa ingin tahu mengenai ketulusan niat dan keikhlasan beramal.

Nabi Muhammad saw bersabda,” Amal itu tergantung niat.” Beliau juga bersabda,” Hal yang paling aku takutkan atas kalian adalah syahwat yang tersembunyi.”

Bagaiaman dengan seorang hamba yang mempelajari bagaiamana beramal dan mau menanggung beban beramalsehingga ia beramal dengan apa yang telah diketahuinya, tetapi ia tidak belajar bagaimana semestinya berniat; kemudian ia mempelajari ilmu yang diamalkan dan ilmu yang tak diamalkan, sementara ia tidak mempelajari ketulusan niat, baik dalam amal yang dilandasi niat maupun tidak?

Bila begitu, ia hidup karena memang ia hidup dan mati jika memang harus mati, dan ia pun tidak pernah memperdulikan hal semacam ini. Rasululloh saw , para imam, para ilmu, dan ahli makrifat setelah beliau, selalu mengingatkan tentang bahaya ria sehingga seorang dari mereka pernah berkata,” Aku masuk rumah gelap dan shalat dua rakaat di dalamnya dengan harapan mudah-mudahan shalat itu menyelamatkan diriku.”

Al-Tsawri pernah berkata,” Aku tidak pernah melakukan suatu pekerjaan yang dilihat banyak orang,” seandainya kami menulis hal seperti itu di sini, niscaya butuh berlembar-lembar kertas.

Orang yang mengetahui ria dirinya akan lebih memilih sembunyi. Ia akan memperhatikan dan mewaspadainya siang malam. Toh, dengan begitu pun bisa saja hal-hal yang mengecoh dan mengalahkannya lebih banyakdibanding apa yang menjadi keinginannya. Lalu bagaimana dengan orang bodoh dan mengabaikannya?.

Betapa sering seseorang beramal, lalu ia menganggap dirinya tulus di dalamnya. Padahal, ketulusan yang diakuinya tidak pernah jelas kecuali setelah berlalu sepuluh tahun.Jika aku mau, aku katakan lima puluh tahun. Sepuluh, lima puluh, atau seratus tahun sama saja.

Seperti apa contohnya?

Seperti seseorangyang ingin bersedekah atau menolong orang lain. Kemudian ia beranggapan bahwa ia mengharapkan ridla Allah dengan hal itu, dan ia tidak pernah menginginkan balasan dan ucapan terima kasih. Ketika tampak suatu kebutuhan orang itu yang belum terbantu, lalu ia memenuhi kebutuhannya dan menolongnya ketika ia belum terpenuhi kebutuhannya. Kemudian ia mengingat-ingat sedekahnya kepada orang itu dalam hati. Lantas ia mendapati orang itu tidak pernah memberinya. Karena itu, ia merasa telah memenuhi kebutuhan orang yang tidak pernah bersedekah atau berbuat baik kepada dirinya. Pada saat itu, ketulusannya semakin jelas bedanya dari rasa pamrihnya, dan bisa saja itu terjadi setelah berselang lama.

Atau seperti seseorang yang menjadi ahli ibadah selama lima puluh tahun. Ia melihat dirinya sebagai orang yang tulus dalam beribadah, tidak pernah menginginkan balasan dan tidak pula ucapan terima kasih, baik dalam hal-hal yang tampak. Suatu ketika, penyakit tumbuh dalam jiwanya. Orang-orang mencatat nama-nama kaum shaleh, tetapi mereka tidak menulis namanya atau mereka menulisnya di deretan akhir.

Mereka mendahulukan orang-orang yang tidak sepertinya dalam beribadah, maka dalam hati ia mengingkari hal itu. Akhirnya, antara ketulusan dan pamrih dalam ibadah semakin nyata perbedaannya. Dalam kasus – kasus lain seperti ini, terbukti dengan jelas bahwa orang tersebut menginginkan balasan dan apresiasi.

Setiap amal yang pelakunya tidak awas terhadapnya, tidak pernah mengujinya, tidak pernah melakukan tes terhadapnya, dan tidak pernah memeriksanya, adalah amal yang masih samar. Sesuatu yang samar tidak akan pernah jelas hakikatnya kecuali bila di uji.

Manusia itu akan diperhitungkan sesuai dengan kadar ilmu dan kebodohan mereka, kebaikan dan keburukan mereka, serta kadar perintah dan larangan yang mereka kerjakan dan tinggalkan.

Leave a Comment more...

Tiga kekuatan dalam hidup

Posted by sumarna in Feb 02, 2011, under Uncategorized

Hidup yang Anda jalani saat ini adalah pancaran pikiran, keputusan dan pilihan Anda. Jika Anda rela menerima tantangan berarti Anda telah merintis perubahan, kemajuan dan perkembangan. (DR. Ibrahim Elfiky)

Tiga kekuatan ini adalah sumber keseimbangan dan berpikir positif dalam hidup. Jika salah satu tidak ada, seseorang akan mudah berpikir negatif. Tiga kekuatan ini terdiri dari keputusan, pilihan, dan tanggung jawab.

Tiga kekuatan ini tidak bisa dipisahkan, Jika dipisahkan maka akan terjadi ketidakseimbangan akan mengundang frustasi serta menjadi mangsa “ tiga pembunuh”. Dengan demikian, Anda akan mencela, mengkritik dan membanding-bandingkan. Konsentrasi dan pikiran Anda menjadi negatif dan akan melahirkan perasaan dan kenyataan hidup yang negatif.

Pada dasarnya, sebagian besar orang memilih pikiran, konsentrasi dan perilakunya. Setiap keputusan yang diambil adalah hasil pilihannya. Persoalannya terletak pada keberanian bertanggung jawab. Bisa jadi seseorang menyadari dirinya sengsara , tapi tidak tahu bahwa kesengsaraannya merupakan hasil pikiran dan pilihannya sendiri hingga ia tidak merasa harus bertanggung jawab. Itu sebabnya ia akan terseret melakukan “tiga pembunuh”. Ia akan mencela orang lain berdasarkan perasaannya, membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain, dan menyalahkan nasibnya.

Pengetahuan adalah kekuatan. Pengetahuan Anda tentang apa yang terjadi di dalam diri akan membantu Anda untuk melakukan perubahan dan kemajuan di jalan yang benar. Anda tdak akan menjadi mangsa perasaan negatif yang menggangu perasaan jiwa dan raga.

Mari kta bersama mempelajari tiga kekuatan itu

1. Keputusan

Anda hari ini adalah hasil keputusan Anda kemarin. Anda esok hari ditentukan oleh keputusan Anda hari ini. (DR. Ibrahim Elfiky)

Berikan perhatian Anda pada apa yang Anda inginkan, bukan pada apa yang tidak Anda inginkan.
Saya ingin bertanya pada Anda:

1. Apakah Anda bahagia dengan pekerjaan Anda? Apakah Anda bahagia dengan keluarga Anda?

2. Bagaimana hubungan Anda dengan Allah?

3. Bagaimana kesehatan Anda? Apakah Anda merasa puas dengan berat badan dan kesehatan Anda?

4. Bagaimana kehidupan pribadi Anda? Apakah Anda merasa lebih maju dan lebih baik?

5. Apakah Anda cukup puas dengan kondisi keuangan Anda?

Jawaban Anda atas pertanyaan-pertanyaan di atas adalah hasil dari keputusan yang Anda ambil pada masa lalu. Disadari atau tidak, keputusan itu telah mempengaruhi kondisi hidup dan hasil yang Anda raih hari ini.

Mungkin kita tidak dapat menguasai lingkungan dan pengaruh ekternal yang ada disekitar kita. Tetapi, kita punya kemampuan untuk memutuskan bagaimana menyikapi kesulitan-kesulitan yang ada. Anda mungkin lebih focus pada pemecahan masalah atau pada mengkritik, menyalahkan dan marah. Sepenuhnya Anda dapat memilih satu diantara dua sikap itu. Keputusan itu ada ditangan Anda.

5 Dasar keputusan

1. Keputusan berpikir

Satu-satunya yang dibutuhkan dalam menyikapi berbagai pikiran itu adalah orientasi yang ditentukan oleh manusia sendiri. Jika ia memutuskan memilih orientasi negative maka hasilnya akan negative. Jika ia memutuskan memilih orientasi positif maka hasilnya pun positif.

Pikiran adalah makanan bagi akal. Agar keputusan untuk berpikir ini bernilai positif, Anda harus mengenal pikiran Anda, kemudian mencari jalan penyelesaiannya. Dengan begitu hukum aktivitas akal bawah sadar akan bekerja untuk kebaikan Anda. Dengan mengulang hal sederhana seperti ini, berarti Anda telah melatih akal untuk memilih pikiran dan melatihnya mencari solusi.

2. Keputusan berkonsentrasi

Hukum konsentrasi adalah salah satu hukum akal bawah sadar yang paling penting, apapun yang menjadi pusat perhatian akan digeneralisasikan oleh akal. Akal akan menafikan pikiran lain agar dapat konsentrasi pada informasi tertentu. Jika pusat perhatian Anda adalah kegagalan, Anda akan menemukan bahwa akal memberikan berbagai informasi tentang kegagalan. Ia akan memperkuat persepsi kegagalan itu supaya Anda bisa benar-benar dekat dengannya. Kerja seperti itu juga terjadi pada pikiran yang positif. Jika yang Anda pikirkan adalah kebahagian, akal akan membuang gagasan tentang kesengsaraan dan menggeneralisasikan kebahagian. Oleh sebab itu, Anda harus menentukan pusat perhatian Anda dengan tepat. Agar kekuatan konsentrasi bermanfaat bagi Anda, pertama kali anda harus tahu apa yang akan menjadi pusat perhatian Anda. Langkah selanjutnya adalah konsentrasi pada solusi dan berbagai alternatif yang mungkin ada. Dengan demikian Anda telah menjadikan hukum akal bawah sadar dan hukum konsentrasi berpihak pada Anda.

3. Keputusan merasakan

Perasaan adalah bahan bakar manusia. Sebagai bahan bakar, ia bisa saja membakar pemiliknya jika bersifat negatif dengan menimbulkan berbagai penyakit jiwa dan fisik. Karena itu perhatikan perasaan Anda, kemudian konsentrasilah pada gerak napas Anda. Tarik napas dalam-dalam dan keluarkan dengan tenang. Lakukan beberapa kali. Pada setiap embusan napas ucapkan, “ Alhamdulillah.” Dengan demikian Anda telah memberi makan oksigen pada otak dan Anda telah menggunakan kekuatan spiritual. Selanjutnya pusatkan perhatian Anda pada rumusan solusi.

4. Keputusan perilaku

Kesadaran membuat kita berpikir tentang makna. Makna membuat kita konsentrasi, merasakan, dan berperilaku. Ketika Anda menguasai akal perilaku , yaitu kesadaran , berarti Anda telah membuat seluruh mata rantai persepsi bekerja untuk kebaikan Anda. Jika pikiran, konsentrasi dan perasaan bersifat positif maka akan melahirkan perilaku positif.

5. Keputusan memperbaiki

Mata rantai persepsi menghasilkan sesuatu yang Anda capai. Jika hasil yang Anda capai tidak sesuai dengan harapan, lakukan perbaikan dalam setiap langkah. Pelajarilah hasil yang telah Anda capai, buat catatan dan susun rencana baru untuk bertindak. Kegagalan atau keberhasilan dalam setiap aspek kehidupan selalu dapat di evaluasi dan diperbaiki. Belajarlah apa yang telah Anda dapatkan dan gunakan untuk bertindak pada masa masa selanjutnya hingga mencapai cita-citanya. Kecermatan dalam mengambil keputusan akan mengantarkan Anda pada kekuatan berikutnya, yaitu memilih.

2. Memilih

Prinsip perkembangan paling kuat terdapat dalam memilih (GEORGE ELLIOT).

Disadari atau tidak, apapun yang terjadi dalam kehidupan manusia bersumber dari pilihannya. Cara Anda duduk, tidur, berbicara, bersikap, makan, dan sebagainya adalah pilihan Anda sendiri. Sebagian besar tindakan kita bergerak secara spontan tanpa didasari proses berpikir. Karena , yang demikian itu telah menjadi bagian dari program pribadi dan juga pilihan yang sudah menjadi kebiasaan. Kita menggerakkannya tanpa bepikir panjang dan tanpa evaluasi.

Seorang perokok telah mengambil keputusan dan memilih untuk merokok. Berbagai penyakit yang menyerangnya adalah akibat dari pilihannya sendiri.

Jika Anda memperhatikan semua aspek kehidupan Anda saat ini, seluruhnya adalah hasil pilihan Anda pada masa lalu. Anda mungkin memilih bangun pagi untuk shalat subuh atau memilih tidur larut malam hingga membuat Anda sulit bangun untuk menunaikan shalat subuh. Anda mungkin menjadi orang toleran atau sebaliknya. Andalah yang memilih menjadi pribadi yang jujur atau pembohong, berhasil atau gagal, berpikir positif atau negative, yang focus pada solusi atau berkubang dalam kesulitan, dan memperhatikan kesehatan atau tidak.

Semua yang Anda kerjakan adalah pilihan yang awalnya ada dalam pikiran Anda. Anda memikirkan, melakukan dan mengulanginya hingga menjadi kebiasaan. Jika sudah demikian, kebiasaan itu akan berjalan secara spontan.

Albert Eistein berkata, “ Pilihan Anda saat ini adalah awal kehidupan Anda yang baru.”

Confusius berkata,”kekuatan terbesar dalam hidup ini adalah kekuatan memilih.”

Bernard shaw juga berkata,” Pilihan yang menentukan arah kehidupan kita, bukan keadaan.”

Anda bebas memilih pikiran, cara mengatasi persoalan, dan cara pandang terhadap masalah. Hidup ini sederhana, tapi sering membuatnya rumit dan kompleks.

Allah menciptakan kita sebagai makluk yang dapat memilih dan memiliki potensi taat atau maksiat , Dia ingin kita menghadap_Nya berdasarkan pilihannya sendiri, bukan karena paksaan seperti makhluk yang lain.

3. Tanggung Jawab

Aku bertanggung jawab atas pikiranku maka aku harus bertanggung jawab atas semua perbuatanku. (DR. Ibrahim Elfiky)

Bisa jadi orang sangat menyadari keputusan dan pilihan yang telah ditentukan. Tetapi, banyak orang yang tidak berani bertanggung jawab.

Seorang karyawan yang sering datang terlambat ke tempat kerja tidak terima ketika mendapat sanksi PHK. Bahkan yang ia lakukan justru menyalahkan pihak manajemen dan peraturan yang berlaku. Seorang direktur yang setiap hari bekerja lebih dari sepuluh jam, merokok seratus batang, minum kopi sepuluh cangkir hingga mengalami pembekuan otak dan membuatnya lumpuh, ternyata menyalahkan nasib, orang lain, dan kehidupan. Contoh-contoh ini adalah gambaran orang-orang yang telah mengambil keputusan dan telah memilih, tapi tidak bertanggung jawab. Tanggug jawab disini tidak berarti kita harus merasa menyesal atau harus bertanggung jawab atas kesalahan orang lain. Tetapi, tangung jawab yang dimaksud adalah menghindari sikap menyalahkan pihak lain, mengkritik pihak lain, dan membanding-bandingkan. Seharusnya ia memahami kesulitan yang ia hadapi, kemudian mengambil pelajaran, memperbaiki, dan melangkah lebih maju.

Contoh positif tentang tanggung jawab

Thomas Alva Edison tidak pernah mengeluh atau menyalahkan orang lain ketika ribuan kali gagal menemukan lampu. Meski di olok-olok dan kehilangan banyak uang, ia tidak mau meninggalkan gagasannya begitu saja. Tanggung jawab sepenuhnya ia pikul dan terus melangkah hingga berhasil mewujudkan cita-citanya.

Wright bersaudara ( Orville Wright dan Wilbur Wright) punya keyakinan penuh bahwa manusia bisa terbang. Mereka mengenakan pakaian bersayap lalu mendaki puncak gunung, mereka melompat agar terbang seperti burung. Sudah barang tentu mereka jatuh dan luka-luka parah. Meskipun diejek banyak orang dengan sebutan,”keluarga gila”, mereka tetap tidak menyerah. Tanggung jawab itu mereka pikul sendiri. Mereka terus melakukan percobaan sampai berhasil menggapai tujuan yang hingga kini dinikmati banyak orang.

Masih banyak contoh orang-orang miskin, kesepian , dicemooh, dan disia-siakan yang mampu mengambil keputusan, memilih dan bertanggung jawab penuh hingga berhasil mewujudkan mimpi-mimpi indah mereka.

Sekarang giliran Anda untuk bertanggung jawab penuh, apapun kondisi dan kesulitan yang Anda hadapi. Mengapa? Sebab yang lebih baik bagi Anda adalah mengarahkan konsentrasi, perhatian, dan mengerahkan segenap potensi yang Anda miliki untuk mewujudkan impian Anda. Anda akan menjadi sosok yang anda inginkan tentang diri sendiri dalam setiap aspek kehidupan : spiritual, kesehatan, keluarga, sosial, karier, dan financial. Mengambil keputusan, memilih, dan bertanggung jawab dan tawakal pada Allah akan mengantarkan Anda ke jalan yang benar menuju puncak kehidupan.

Leave a Comment more...

Sepuluh wasiat berpikir positif

Posted by sumarna in Feb 02, 2011, under Uncategorized

Cara mengubah berpikir negatif menjadi berpikir positif

Kemuliaan dapat di raih dengan kerja keras, orang ingin kemuliaan hendaklah bangun malam hari. Orang yang ingin kemuliaan tanpa kerja keras berarti menyia-nyiakan waktu untuk mendapatkan kemustahilan.(AL-Mutanabbi).

Sepuluh wasiat berpikir positif.

1. Keinginan yang menggebu

Sesuatu yang ada dalam akalku, menguasai pikiranku, hidup dihatiku, dan mengalir bersama sel-sel darahku harus keluar menjadi nyata dalam kehidupan. (Louis Braille)

Apa yang paling Anda inginkan atau wujudkan dalam hidup ini? Jika Anda benar-benar ingin mewujudkannya, biarkan keinginan yang menggebu itu mengalir dalam darah Anda. Jangan pernah berhenti memikirkannya, buatlah rencana, lalu kerjakan. Bagaimanapun keadaan yang ada, jangan pernah meninggalkannya.

2. Keputusan yang kuat.

Keputusan yang kuat tidak membuka celah bagi keraguan. Ia memberikan kekuatan luar biasa pada seseorang untuk mewujudkan impian hidupnya. (DR. Ibrahim Elfiky)

Banyak orang mengambil keputusan tapi tidak melaksanakannya. Kalaupun dilaksanakan, hanya berlangsung sementara, kemudian kembali seperti semula.

Keputusan yang tegas, kuat dan tidak ragu-ragu meski menghadapi berbagai tantangan. karena jika kita bijaksana menghadapi tantangan maka ia akan berubah menjadi ketrampilan dan keahlian yang bisa kita dapatkan dalam perjalanan menuju puncak. Karena itu mulai hari ini, putuskan untuk menjadi yang paling baik dalam hidup. Jika orang lain dapat mewujudkan impiannya, Anda juga dapat seperti mereka, bahkan bisa lebih baik.

3. Bertanggung Jawab Penuh

Keberhasilan pada tingkat apa pun menuntut seseorang untuk bertanggung jawab penuh. Satu-satunya sikap yang menyatukan orang-orang sukses di dunia adalah kekuatan mereka dalam bertanggung jawab penuh. (Michael Court)

4. Persepsi yang sadar

Persepsi adalah awal perubahan dan perubahan adalah awal kemajuan. (Dr. Ibrahim Elfiky)

Sebuah penelitian tentang persepsi yang dilakukan Universitas George Town menyimpulkan bahwa lebih dari 90 % sikap kita dilakukan secara spontan tanpa dipikir panjang.

Pengetahuan Anda akan kemampuan Anda dan manfaatnya yang positif membuat hidup Anda jadi pengalaman indah yang menenteramkan. Karena itu, pahamilah apa yang Anda pikirkan. Ambilah keputusan untuk mengendalikan pikiran negatif dan mengubahnya menjadi berpihak pada Anda. Perubahan yang hakiki dimulai dari pikiran. Supaya itu terjadi, Anda harus menyadari dan memahami apa yang Anda pikirkan..

5. Menentukan Tujuan

Jika kita menyadari keberadaan kita dan tahu apa yang kita inginkan maka kita pasti tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana mendapatkannya. ( Abraham Lincoln).

Ada tujuh aspek penting dalam kehidupan normal sebagai berikut:

1. Aspek spritual meliputi cinta kepada Allah, toleransi sepenuhnya dan murah hati.

2. Apek kesehatan terdiri atas berpikir sehat, pola makan yang sehat dan berolah raga.

3. Aspek kepribadian terdiri atas percaya diri, pengembangan diri, penghargaan terhadap diri sendiri, dan citra diri.

4. Aspek keluarga terdiri atas hubungan dengan keluarga, suami istri, dan hubungan orang tua anak.

5. Aspek sosial mencakup hubungan dengan masyarakat dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain.

6. Aspek profesi terdiri atas tujuan bekerja, pekerjaan, prestasi dan perbaikan ketrampilan.

7. Aspek material terdiri atas pendapatan yang ada dan target keuangan yang akan dicapai.

Supaya Anda bahagia dan mendapatkan ketenangan, tujuan Anda dalam tujuh aspek kehidupan ini harus jelas. Tujuan adalah salah satu faktor penting dalam berpikir positif. Ia membuat Anda konsentrasi pada apa yang Anda inginkan, bukan pada yang dibenci. Tujuan menjadikan hidup Anda memiliki makna. Tanpa tujuan, orang akan merasakan hidupnya sia-sia.ku

6. Dukungan dari dalam.

Jika Anda tidak mengetahui kemampuan Anda, tidak menghargainya, dan tidak menerimannya sebagai kenyataan, bagaimana mungkin Anda mengharapkan penghargaan dari orang lain? (Dr. Ibrahim ELfiky).

Alloh menciptakan kita sebagai makhluk yang terbaik dan Allah telah menundukkan seluruh isi alam semesta ini untuk kita dan bahwa kita mempunyai mukjizat yang tak terbatas.

Anda bukan perilaku, keyakinan atau perasaan Anda. Anda adalah makhluk Alloh yang terbaik, apa pun pandangan orang lain terhadap Anda. Pandangan orang lain sejatinya tidak menggambarkan diri Anda, tapi menggambarkan diri mereka sendiri.

Menurut hukum korespondensi, dunia dalam adalah penyebab adanya dunia luar maka orang akan berbicara dengan tenang jika jiwanya tenang dan dia akan mudah membantu orang lain. Jika jiwannya lemah Dia akan berbicara sesuai pengetahuannya tentang dirinya sendiri. karena itu, jika seorang berkata, ” Anda gagal,” sesungguhnya ia bicara tentang dirinya sendiri. Jika tidak, ia tentu membantu Anda melakukan perubahan, bukan membuat Anda frustasi.

Dukungan dari dalam akan membantu Anda fokus pada kemampuan Anda dan membantu memperbaiki segala sesuatu yang ingin Anda perbaiki dalam diri Anda.

1 Comment more...

POWER OF LOVE

Posted by sumarna in Jan 31, 2011, under Uncategorized

KEKUATAN CINTA  (POWER OF LOVE)

“Dimana cinta bersemi, di situ sesuatu yang mustahil akan dicapai”. (Peribahasa India)

Tahukah Anda, CINTA menyembuhkan segalanya? Tidak ada yang tidak bisa dilakukan cinta di dunia ini.
Cinta adalah jawaban bagi persoalan-persoalan kita, jalan sejati menuju kebahagiaan, dan fondasi utama untuk kekuatan pribadi. Karena tidak ada CINTA, kita merasa tak bahagia, gelisah, tertekan dan tersesat.
Kita juga menjadi budak bagi ego, kita dengan mudah kehilangan kendali, dan kita cenderung memusatkan perhatian dan energi untuk hal-hal yang tak penting. Dengan tidak adannya CINTA, kita kekurangan penghargaan terhadap diri sendiri (self esteem) dan juga kepercayaan diri. Tetapi dengan CINTA, kita merasa hidup, kita menggunakan waktu kita dengan bijak dan kita membantu orang lain dengan cara apa pun yang kita bisa.

Tiga komponen kekuatan CINTA adalah memaafkan, mencintai dan memberi.
I. Kekuatan cinta pertama adalah memaafkan

Permaafan adalah bentuk tertinggi dari Cinta, Ia membebaskan kesenangan, membawa kedamaian, melemahkan emosi-emosi negatif dan mengurangi penderitaan-penderitaan dan kesengsaraan yang tak perlu.
Permaafan mengizinkan cinta kembali masuk ke dalam kesadaran Anda. Permaafan adalah rahasia kebahagiaan.  Sebagaimana dikatakan Francis Bacon,” Salah satu rahasia hidup panjang umur dan berlimpah adalah memaafkan siapa saja dan apa saja, setiap malam sebelum tidur”.

Semua Nabi dan utusan yang dikirim Tuhan menjelaskan berbagai manfaat permaafan, dan semua agama menekankan kekuatan permaafan. Inilah jalan utama menuju kebebasan dan kesehatan yang luar biasa.
Anda mungkin berkata,” Semua itu kedengarannya bagus tetapi kadang-kadang tidak mudah memaafkan seseorang yang sudah menyebabkan banyak penderitaan dan kesengsaraan kepada saya.”
Saya setuju dengan Anda, akan tetapi harga untuk menyimpan kebencian dan emosi-emosi negatif lebih besar daripada yang pernah Anda bayangkan.

Mengapa memaafkan itu penting?.
Jiwa Anda terhambat oleh kebencian, kemarahan dan dendam.
Jiwa berfungsi paling baik dengan kekuatan cinta dan hubungan baik Anda dengan Tuhan. Jiwa Anda sepenuhnya terpisah dari ego dan berbagai keterbatasannya, jadi ketika Anda terus menyimpan kemarahan dan emosi-emosi negatif, Anda mencegah jiwa untuk berfungsi dengan maksimum dan itu saja sudah cukup menjadi alasan utama ketidakbahagian dan kesakitan.

Ketika jiwa dipengaruhi secara negatif, secara otomatis ia mempengaruhi kekuatan mental Anda, sehingga Anda mendapati diri Anda berpikir secara negatif. Anda memberi makan pikiran Anda dengan gagasan negatif, dan semakin Anda menjadi seperti yang Anda pikirkan.  Anda menghakimi, menyalahkan, dan mengkritik orang lain dengan cepat dan pasif. Pikiran-pikiran Anda menciptakan penghargaan Anda terhadap diri sendiri dan menentukan bagaimana perasaan Anda mengenai diri sendiri.
Pikiran-pikiran negatif ini menciptakan citra diri Anda dan bagaimana Anda menggambarkan diri Anda. Tetapi itu belum semua; pikiran Anda menciptakan kepercayaan Anda mengenai segala sesuatu dan orang-orang, dan pikiran negatif Anda bisa menyebabkan kesepian, kehilangan teman-teman, juga kehilangan banyak kesempatan.

Kekuatan spritual Anda mempengaruhi kekuatan mental Anda, dan kekuatan mental membawa Anda ke level beriktunya, dan itu mempengaruhi kekuatan emosional Anda, membuat Anda mengalami perasaan-perasaan sedih, sepi, marah, dan stres yang pada gilirannya membawa ke level berikutnya. Kekuatan emosional mempengaruhi kekuatan fisik. Pada level fisik. Anda bisa menderita dengan segala jenis penyakit.

Ketika Anda menyimpan perasaan-perasaan negatif kepada seseorang berarti Anda menjaga orang itu untuk aktif dalam kehidupan Anda, dan kalian berdua saling mengikat satu sama lain dengan tali kebencian dan kemarahan. Semakin Anda memikirkan orang itu, semakin kuat tali yang mengikat kalian, dan semakin besar pula sumur emosi-emosi negatif yang Anda alami.

Mulai hari ini putuskan emosi-emosi negatif Anda. Jangan pernah menunda-nunda untuk memaafkan. Lakukan sekarang, ayeuna , do it now !, ok bro!

Ide permaafan umumnya banyak disalahpahami karena:

Mitos 1. Memaafkan berati lemah?

Orang-orang mengira bahwa ketika mereka memaafkan seseorang berarti mereka kehilangan kekuatan, lemah dan pada saat yang sama memberikan kekuatan kepada orang lain.
Padahal yang benar sebaliknya. Memaafkan adalah kekuatan. Sebagaimana dikatakan Gandhi,”Orang lemah tidak bisa memaafkan. Memaafkan adalah tindakan orang kuat.”

Mitos 2: Memaafkan berarti menerima luka dan penderitaan orang lain.

Ada perbedaan besar antara memaafkan seseorang dan menyetujui perilakunya. Anda punya hak untuk tidak setuju dengan sikap dan perilaku seseorang dan masih bisa menerima orang tersebut sebagai mahluk Tuhan yang hebat dan memperluas permaafan Anda.
Jika Anda memikirkannya seperti ini, itu mengizinkan Anda untuk memisahkan seseorang dari perilakunya- karena bagaimanapun, seseorang itu tidak sama dengan perilakunya. Pertama-tama, cobalah untuk memahami pesan dari perilaku ini. Mintalah penjelasan, sehingga Anda akan bisa melihat situasi itu dengan lebih baik dari sudut pandang orang lain. Dengan begini Anda menghindari penderitan yang tidak perlu dan pada saat bersamaan Anda menjadi seorang komunikator ulung.

Mitos 3;  Memaafkan berarti melupakan!

Ya, dalam beberapa hal, untuk memaafkan Anda harus benar-benar melepaskan kontek situasinya sebagaimana Anda harus membuang emosi negatif yang menyertai.
Banyak buku mengatakan, maafkan dan lupakanlah. Tetapi jika Anda memaafkan dan melupakan, Anda bisa mengulang kesalahan yang sama! Agar dapat melepaskan situasinya, Anda perlu melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Maafkan orangnya
  2. Ambil pelajaran dari situasinya
  3. Ingat selalu pelajarannya
  4. Lepaskan emosi negatif yang menyertainnya.

Itulah cara agar Anda benar-benar mendapat manfaat dari tindakan memaafkan, karena jika Anda mengalami situasi yang serupa di masa depan, Anda akan tahu apa yang mesti Anda lakukan.

II. Kekuatan cinta kedua adalah Mencintai

” Inti kebesaran adalah kemampuan untuk memilih cinta sebagai jalan hidup.” (Dr. Ibrahim Elfiky)

Cinta sungguh obat mujarab, cinta adalah jawaban atas semua tantangan dalam hidup. Setiap kali Anda memberikan atau mengirimkan cinta, Anda tidak saja akan menerimanya kembali, tapi juga mengurangi emosi-emosi negatif dan mengatasi rasa takut. Seperti dikatakan dalam the Course in Miracle,” Di mana ketakutan telah sirna, di sana pasti akan hadir cinta. Dan dimana cinta berada, yang lain akan sirna.”

Tetapi, apakah kita sedemikian membutuhkan cinta? Jawabannya ádalah, “Pastinya!: Cinta sama pentingnya dengan udara yang kita hirup, makanan yang kita santap, air yang kita minum, Cinta ádalah syarat bagi kehidupan yang sehat dan seimbang.

Kebutuhan kita terhadap cinta datang  setelah kebutuhan untuk bertahan hidup. Kadang kebutuhan ini bahkan menjadi lebih penting daripada kebutuhan kita untuk hidup. Bisakah Anda percata ini?.
Pernahkah Anda mendengar tentang orang-orang yang menempatkan hidup mereka di dalam bahaya demi seseorang yang mereka cintai? atau mungkin tentang orang-orang yang mempertaruhkan hidup di dalam bahaya demi menyelamatkan seseorang yang mereka bahkan tidak kenal, hanya atas alasan cinta?

Kadang-kadang cinta bisa menjadi lebih kuat daripada sekedar naluri bertahan hidup, dan sebagian orang mau melakukan apa saja untuk memberikannya.

Disisi lain, sebagian orang akan bersedia melakukan apapun untuk mendapatkan cinta. Pernahkah Anda mendengar tentang seseorang yang melakukan bunuh diri karena merasa tak dicintai seorang pun? Atau seseorang menjadi pecandu obat-obatan terlarang karena merasa tak seorangpun peduli kepadanya?.

Kurang cinta bisa menyebabkan perasaan-perasaan kesepian, kebencian, marah, depresi dan perilaku-perilkau buruk. Itu adalah alasan utama penghargaan yang rendah terhadap diri sendiri dan penyebab kebiasaan-kebiasaan yang buruk.

Dua hukum yang kuat yaitu: Hukum pikiran menyatakan apapun yang Anda pikirkan akan berkembang.
Dalam the universal laws of success and achievement , Brian Tracy, salah satu pakar terkemuka  dunia di bidang kesuksesan pribadi dan bisnis mengatakan,” Pikiran-pikiran di dalam benak menghasilkan yang serupa.” Singkatnya, jika Anda memikirkan sesuatu, Anda akan lebih banyak melihat sesuatu itu. Bahkan, Anda bisa menggunakan Hukum Pikiran untuk memprogram diri Anda agar lebih banyak melihat apa yang Anda pilih dalam hidup Anda. Anda bisa memprogram pikiran untuk membuat Anda melihat bukti betapa menariknya Anda. Semakin Anda menjaga pemikiran itu di dalam pikiran, semakin ia menjadi kuat pada level yang lebih mendalam di pikiran alam bawah sadar Anda. Dengan segera  itu menjadi sebuah kebiasaan dan inilah yang menjadi dasar bagi hukum  kedua yang ingin saya perkenalkan kepada Anda.

Hukum kebiasaan menyatakan bahwa” kebiasaan di ciptakan oleh pengulangan”, yang berarti bahwa jika Anda terus menerus mengulang suatu kejadian, kejadian itu akan di programkan ke alam bawah sadar dan Anda akan bisa melakukannya bahkan tanpa berpikir. Sebenarnya, dengan cara itu Anda telah mengembangkan semua kebiasaan Anda!
Anda bisa menjadikan perilaku mencintai sebagai  kebiasaan. Karena Hukum Pikiran membuat Anda  lebih banyak melihat yang Anda pikirkan, maka jika Anda terus menerus memikirkan hal yang sama berarti Anda mengembangkan kebiasaan.
”Mencintai Tuhan adalah cinta tertinggi; itulah jawaban bagi eksistensi kita dan jalan paling terang menuju kebebasan. ” (Dr. Ibrahim Elfiky)

”Makna eksistensi kita dan makna yang melahap hasrat hati Tuhan adalah bahwa kita harus mengizinkan diri kita untuk dicintai.” (Ruth Burrows)

Pilar pertama cinta tertinggi adalah mencintai Tuhan.

Dalam Creating Affluence Deepak Chopra mengatakan,” Pertama, kenalilah Tuhan. Segala yang lain hanyalah detail,” Tuhan telah menciptakan Anda dan mencintai Anda tanpa syarat. Dialah yang pertama dan terakhir, tidak ada yang sebelum Dia dan tidak ada yang setelah Dia. Dialah kekuatan tertinggi, yang maha pemurah dan maha pemberi, dan tak peduli apapun yang pernah Anda lakukak, tak peduli berapa banyak dosa yang Anda kerjakan, Jika Anda memohon ampunan Tuhan dengan hati yang tulus, Dia akan mengampuni Anda.
Nabi Muhammad bersabda,”Wahai Anak Adam, jika dosamu setinggi langit dan engkau memohon ampunan kepada Tuhan. Dia akan mengampunimu.” Bisakah Anda bayangkan betapa Tuhan sangat mencintai Anda?

Pilar kedua cinta tertinggi adalah mencintai diri Anda.

Mencintai Tuhan akan membantu Anda menggunakan energi spiritual Anda dengan cara yang sehat. Anda adalah makhluk ciptaan Tuhan, dan karena Anda mencintai Tuhan, Anda pasti mencintai anugerah-anugerah yang Dia berikan kepada Anda.
Sekarang saya ajukan beberapa pertanyaan untuk Anda:
Bagaimana perasaan Anda mengenai diri Anda?
Apakah Anda menerima diri Anda apa adanya?
Apakah Anda menilai diri Anda sebagai manusia yang cerdas?

Anda tahu, yang sudah terjadi pada masa lalu kini tak begitu penting lagi-yang penting adalah sekarang. Masa lalu sudah berlalu, tetapi Anda bisa menggunakan pengalaman-pengalaman masa lalu untuk membantu Anda pada masa depan. Tidak ada yang disebut masa lalu yang buruk; masa lalu hanyalah sekumpulan pengalaman dan pencapaian, dan jika Anda tidak mempunyai pengalaman-pengalaman itu Anda akan terus melakukan kesalahan-kesalahan yang sama, lagi dan lagi. Tak penting apa yang dikatakan orang mengenai Anda, karena itu takkan pernah benar. Anda adalah ciptaaan Tuhan. Tuhan menciptakan Anda dengan sebaik-baik cara, jadi siapa dia berhak mengatakan kepada Anda bahwa Anda tidak baik atau men-cap Anda dengan cara apapun? Seperti kata orang bijak:”Pendapat Anda tentang saya bukanlah urusan saya.”

III. Kekuatan Cinta ke tiga adalah memberi

” Hal-hal terbaik dan terindah di dunia ini tak bisa dilihat atau disentuh. Mereka harus dirasakan dengan hati,” (Hellen Keller)

Nabi Muhammad saw. bersabda,” Harta kekayaan sejati seseorang adalah perbuatan baik yang dilakukannya di dunia,”.

Anda tahu, hal-hal yang paling dibutuhkan di dunia adalah kebahagiaan, kebebasan, keberhasilan, dan pikiran-pikiran yang tenang. Dan kita bisa mencapai semua itu dengan cara memberikannya kepada orang lain. Kita sangat kaya dengan apa yang kita berikan, bukan dengan apa yang kita miliki. Memberi adalah tindakan hati, bukan perintah dari otak. Memberi adalah ungkapan cinta dan keyakinan, dan jika kita ingin menerima maka kita harus memberi.
Sebuah peribahasa Cina mengatakan,”Taburkan banyak maka panen yang banyak, dan taburkan sedikit maka panen sedikit.” Orisen Swett Marden mengatakan,” kita harus lebih banyak memberi untuk mendapat banyak. Kedermawanan kita dalam memberi itulah yang mendatangkan hasil panen yang berlimpah.”

Apapun yang Anda berikan hari ini akan berlipat ganda sepuluh kali dan kembali kepada Anda. Balasannya mungkin tidak datang langsung , atau berasal dari sumber yang sama, tetapi hukum kembali akan selalu bekerja, dan akan dikejutkan oleh kelimpahan yang akan mengelilingi Anda dengan segala cara. Kita benar-benar hidup karena memberi kepada orang lain. Sebagaimana dikatakan Winston Churchill,” Kita memenuhi kebutuhan hidup dengan apa yang kita dapatkan, tetapi kita menciptakan kehidupan dengan apa yang kita berikan.”
Inilah kekuatan memberi. Ketika  Anda memberi uang kepada orang lain dengan penuh cinta dan hati yang tulus, Tuhan akan mengisi kehidupan Anda dengan kelimpahan dalam berbagai cara. Anda akan memiliki rasa kepuasan  yang luar biasa dan Anda akan menjadi lebih bahagia daripada sebelumnya. Seperti yang dikatakan Rod Mckevin,” Anugerah-anugerah  yang kita terima karena memberi demikian tak terhingga sampai-sampai untuk menerimanya saja terasa nyaris tidak adil.”

Manfaat memberi telah dinyatakan dalam Al-Quran sebagai berikut:
”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs: Al Baqarah(2)  Ayat No: 261).

” Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.(QS: Al Baqarah(2)  Ayat No: 265).

Thanks.

Leave a Comment more...

TUJUH PRINSIP BERPIKIR POSITIF

Posted by sumarna in Nov 23, 2010, under Uncategorized

TUJUH PRINSIP BERPIKIR POSITIF

1. Masalah dan kesengsaraan hanya ada dalam persepsi.

Kenyataan adalah persepsi Anda. Jika Anda ingin mengubah kenyataan hidup Anda, mulailah dengan mengubah persepsi Anda. (Dr. Ibrahim Elfiky)

Akal manusia hanya bisa focus pada satu informasi dalam satu waktu.

Jika Anda mengubah persepsi Anda tentang masalah, memikirkannya sebagai hadiah terindah dari Alloh, lalu berkonsentrasi pada upaya mencari solusi, maka Anda akan menemukan pintu harapan terbuka lebar di hadapan Anda. Karena itu, jangan biarkan persepsi Anda tentang suatu masalah mempengaruhi Anda.

Sebab persepsi adalah program akal terdahulu yang bisa jadi keliru. Ubahlah persepsi Anda niscaya kehidupan Anda juga berubah. Permasalahan dan kesengsaraan hanya ada dalam persepsi belaka.

2. Masalah tidak akan membiarkan Anda dalam kondisi yang ada: ia akan membawa Anda pada kondisi yang lebih buruk atau yang lebih baik.

Apa yang terjadi pada Anda tidak penting, Yang penting adalah apa yang Anda lakukan terhadap apa yang terjadi pada Anda. (DR. Robert SCHULER)

Syekh Muhammad Mutawalli al-Syarawi menuturkan dalam buku Allah wa al-Nafs al-Basyariah, “ Anda tidak akan mampu menyelesaikan masalah dengan pikiran Anda yang sudah ada tentangnya. Sebab pikiran ini adalah penyebab lahirnya masalah itu. Untuk menyelesaikannya, Anda harus berpikir dengan cara yang lain.”

Setiap masalah yang datang kepada kita dalam hidup ini membuat kita keluar dari rasa tenang, damai dan nyaman. Masalah juga mempengaruhi pikiran, konsentrasi, kekuatan dan perasaan kita sampai kita dapat melepaskan diri darinya dengan cara-cara tertentu. Kita akan menemukan orang yang berkepribadian negatif akan kehilangan keseimbangan ketika menghadapi masalah hingga ia berpikir secara negative dan emosional. Perhatiannya akan difokuskan pada masalah dan dampaknya yang paling buruk. Dengan begitu perasaannya semakin negative dan mendorongnya berperilaku negative hingga masalah yang dihadapi semakin rumit. Baginya masalah membuat kondisinya menjadi lebih buruk.

Orang yang berkepribadian positif akan memusatkan perhatian pada upaya mencari solusi dengan cara cara yang rasional dan perasaan yang tenang. Maka ia mempelajari masalah yang ada dan memperbaiki sikapnya hingga dapat berperilaku positif. Baginya masalah justru mengantarkannya kepada kondisi yang lebih baik.

Mulai hari ini, jangan pernah lagi menyalahkan kondisi, orang lain, sesuatu atau kehidupan. Hal itu akan membuat Anda merasakan hal-hal negative dan menjauhkan Anda dari impian. Pusatkan perhatian Anda pada apa yang Anda inginkan. Coba dan coba lagi sambil tetap tawakal pada Allah. Suatu saat Anda pasti akan dibuat kaget dengan hasil positif yang Anda capai.

3. Jangan jadi masalah. Pisahkan dirimu dari masalah

Tidak ada masalah yang solusinya tidak dapat dipikirkan oleh akal manusia (Voltaire).

“ Apa pun yang Anda pikirkan tentang diri sendiri, Anda tetap lebih kuat dari yang Anda bayangkan.”

Masalah hanya romantika hidup yang dapat kita pelajari agar lebih bijaksana, lebih ahli, dan lebih berpengalaman.

Akal manusia lebih cepat daripada cahaya. Ia punya kemampuan menyimpan lebih dari 2.000.000 informasi dalam satu detik.

Sebuah atsar menyebutkan bahwa ketika Allah menciptakan akal, Dia berfirman kepadanya, Datanglah” maka akal datang. Setelah itu Dia berfirman,” Pergilah,” maka akal pergi. Dan Allah berfirman,” Demi kemulian dan keagungan-Ku, Aku tidak pernah menciptakan makhluk yang lebih mulia darimu”.

Mata Anda memiliki kemampuan untuk membedakan lebih dari 10.000.000 warna dengan cepat. Penciuman Anda memiliki kemampuan mengenal lebih dari 50.000 jenis bau bauan dalam tempo yang singkat. Indra pengecap Anda memiliki kemampuan mengenali banyak benda yang dingin, hangat, manis, pahit dan berbagai rasa lainnya. Kerja jantung Anda sangat mengagumkan. Meski tidak pernah Anda hitung, ia berdegup lebih dari 100.000 kali setiap harinya.

Jika energy Anda dialirkan ke satu Negara maka dapat menghasilkan listrik selama satu minggu. Bayangkan, Bro!

4. Belajarlah dari masa lalu, hiduplah pada masa kini, dan rencanakanlah masa depan.

Masa lalu adalah mimpi, masa depan adalah proyeksi, hidupmu saat ini yang diwarnai cinta mendalam pada Allah membuat masa lalu menjadi mimpi yang indah dan masa depan yang penuh harapan. (DR. Ibrahim Elfiky).

Banyak orang mengeluhkan masa lalu dan masa depan. Keduanya tidak ada saat ini. Masa lalu dan segala peristiwa yang ada didalamnya telah berlalu sebagai pengalaman

Anda dapat membersihkan masa lalu dengan selalu bertanya pada diri sendiri,” Pelajaran apa yang bisa aku petik dari masa lalu?”,” Andai waktu membawaku ke masa lalu, apa yang akan aku lakukan?” Tulislah ketrampilan yang Anda pelajari dari peristiwa pada masa lalu, lantas tulis juga sikapmu jika menghadapi kejadian serupa. Dengan demikian Anda membuat akal mampu mengidentifikasikan masa lalu sebagai pelajaran dan kekuatan, bukan kelemahan dan kegagalan.

Tentang masa kini, hadapilah dengan segenap makna positif. Hadapilah dengan cinta pada Allah. Jangan sampai hidup Anda dihantui perasaan negative masa lalu. Jangan terlena menunggu masa depan yang belum datang. Dengan demikian hidup Anda akan berjalan normal dan stabil. Selama Anda menjalani hidup ini dengan tulus pada Allah, Anda dapat menjadikan masa lalu sebagai kebahagiaan dan masa depan sebagai proyeksi yang indah.

5. Setiap masalah ada solusi spiritualnya.

Barang siapa bertakwa pada Allah niscaya Dia akan menyediakan jalan keluar untuknya. Dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak terduga. (Al-Thalaq 2-3).

Segala cobaan hidup di dunia ini adalah anugerah Alloh untuk menjadikan kita semakin dekat dengan-Nya. Dengan demikian kita tahu dan menyadari bahwa selalu ada penyelesaian secara spiritual bagi setiap masalah.

6. Mengubah pikiran berarti mengubah kenyataan, pikiran baru menciptakan kenyataan baru.

Jika orang ingin melakukan perubahan positif dalam hidupnya, pertama kali ia harus mengubah pikirannya. Gantilah pikiran negatif dengan pikiran positif. Sebab pikiran baru melahirkan kenyataan baru.

Karena itu, jika Anda benar-benar ingin menciptakan perubahan positif dalam hidup, mulailah mengubah bagian dalam diri Anda. Allah berfirman, Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (al-Rad:11).

 7. Ketika Allah menutup satu pintu, pasti Dia membuka pintu yang lain yang lebih baik.

Kadangkala Allah menutup pintu yang ada didepan kita, tapi Dia membuka pintu lain yang lebih baik. Namun, kebanyakan manusia menyia-nyiakan waktu, konsentrasi, dan tenaga untuk memandang pintu yang tertutup dari pada menyambut pintu impian yang terbuka di hadapannya. (DR. Ibrahim Elfiky)

3 Comments more...

Jangan Bersedih Bila Kebaikan Anda Tak Dihargai

Posted by sumarna in Sep 24, 2009, under Uncategorized

Jangan Bersedih Bila Kebaikan Anda Tak Dihargai
Orang, Sebab yang Anda Cari Adalah Pahala dari Allah!
Niatkan semua amal perbuatan itu hanya karena Allah semata dan
jangan pernah mengharap terima kasih dari orang lain! Jangan pernah resah
dan gundah karena kebaikan Anda pada orang lain justru dibalas dengan
perbuatan keji, atau ketika “tangan putih” yang Anda ulurkan dibalas
dengan tamparan yang menyakitkan. Betapapun, apa yang Anda cari
seharusnya hanya pahala dari kebaikan dari Allah.
Allah berfirman tentang wali-wali-Nya,
{Mereka mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya.}
(QS. Al-Fath: 29)
Juga tentang nabi-nabi-Nya,
{“Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku.”}
(QS. Shad: 86)
{ Katakanlah: “Upah apapun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu.”}
(QS. Saba’: 47)
{Padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang hams
dibalasnya.}
(QS. Al-Lail: 19)
{Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk
mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan
tidak pula (ucapan) terima kasih.}
(QS. Al-Insan: 9)
Seorang penyair berkata,
Siapa yang berbuat baik tidak akan sirna pahalanya
dan tak akan sirna kebaikannya di sisi Allah dan manusia.
Berbuat baiklah hanya untuk Yang Maha Esa, sebab hanya Dia-lah
yang akan memberi pahala. Dia lah yang akan memberi karunia. Allah lah
yang akan menjatuhkan sanksi, membalas setiap amal. Dan, Dia yang akan
meridhai dan juga murka. Maha Suci dan Maha Tinggi Allah.
Ketika para sahabat banyak yang terbunuh sebagai syuhada di kota
Kandahar, Umar berkata kepada para sahabat yang tersisa, “Siapa saja yang
terbunuh?” Maka disebutkanlah sejumlah nama. “Dan, masih banyak lagi
yang tak kau kenal,” jawab para sahabat itu. Maka tiba-tiba kedua mata
Umar meneteskan air mata, dan seketika itu ia menimpali, “Tapi Allah
mengetahui mereka.”
Alkisah, ada seorang salih memberi sepiring makanan kepada orang
yang buta. Konon, ketika mengetahui akan hal itu, keluarga orang salih itu
berkata, “Bukankah orang buta itu tidak tahu apa yang dimakannya.”
“Tapi, bukankah Allah mengetahuinya.,” jawab orang salih itu.
Selama Allah masih melihat dan mengetahui kebaikan yang Anda
lakukan, serta mengetahui keutamaan yang Anda ulurkan, maka janganlah mengharapkan pujian dari orang lain.

Leave a Comment more...

Jangan Bersedih Atas Kegagalan,

Posted by sumarna in Sep 24, 2009, under Uncategorized

Karena Anda Masih Memiliki Banyak Kenikmatan!
Renungkanlah: betapa banyaknya nikmat dan karunia Allah yang Ada
pada Anda. Lalu, bersyukurlah kepada-Nya atas semua itu, dan sadarilah
bahwa Anda benar-benar telah bergelimang dengan pemberian-Nya.
Allah berfirman,
{Dan, jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan
mampu menghitungnya.}
(QS. Ibrahim: 34)
{Dan, menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin.}
(QS. Luqman: 20)
{Dan, apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allahlah datangnya.}
(QS. An-Nahl: 53)
Allah menegaskan betapa besarnya kenikmatan yang Dia berikan
kepada hamba-hamba-Nya sebagaimana berikut,
{Bukankah Kami telah memberikan kepadanya kedua mata, Lidah dan dua bibir.
Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.}
(QS. Al-Balad: 8-10)
Ada banyak kenikmatan yang terus mengalir: nikmat kehidupan,
nikmat kesehatan, nikmat pendengaran, nikmat penglihatan, nikmat kedua
tangan dan kedua kaki, nikmat air dan udara, dan nikmat makanan. Dan,
yang paling agung dari semua itu adalah nikmat hidayah rabbaniyah, yakni
agama Islam. Apakah Anda ingin mata Anda dibeli dengan harga satu juta
dolar? Apakah Anda ingin menjual kedua telinga Anda dengan harga satu
juta dolar? Apakah Anda ingin kedua kaki Anda dibeli dengan harga satu
juta dolar? Apakah Anda ingin kedua tangan Anda dibeli dengan harga
satu juta dolar? Apakah Anda ingin menjual hati Anda dengan harga satu
juta dolar? Betapa banyak harta yang ada di tanganmu namun Anda tidak
menunaikan rasa syukurmu.

Leave a Comment more...

Mengendalikan Emosi

Posted by sumarna in Sep 24, 2009, under Uncategorized

Emosi dan perasaan akan bergolak dikarenakan dua hal; kegembiraan
yang memuncak dan musibah yang berat. Dalam sebuah hadits Rasulullah
bersabda, “Sesungguhnya aku melarang dua macam ucapan yang bodoh lagi
tercela: keluhan tatkala mendapat nikmat dan umpatan tatkala mendapat
musibah.”
Dan, Allah berfirman,
{(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap
apa yang luput dan kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa
yang diberikan-Nya kepadamu.}
(QS. Al-Hadid: 23)
Maka dari itulah, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya kesabaran itu ada
pada benturan yang pertama.”
Barangsiapa mampu menguasai perasaannya dalam setiap peristiwa,
baik yang memilukan dan juga yang menggembirakan, maka dialah orang
yang sejatinya memiliki kekukuhan iman dan keteguhan keyakinan. Karena
itu pula, ia akan memperoleh kebahagiaan dan kenikmatan dikarenakan
keberhasilannya mengalahkan nafsu. Allah s.w.t. menyebutkan bahwa
manusia adalah makhluk yang senang bergembira dan berbangga diri.
Namun, menurut Allah, ketika ditimpa kesusahan manusia mudah berkeluh
kesah, dan ketika mendapatkan kebaikan manusia sangat kikir. Akan tetapi,
tidak demikian halnya dengan orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.
Itu karena merekalah orang-orang yang mampu berdiri seimbang di antara
gelombang kesedihan yang keras dengan dan luapan kegembiraan yang
tinggi. Dan mereka itulah yang akan senantiasa bersyukur tatkala mendapat
kesenangan dan bersabar tatkala berada dalam kesusahan.
Emosi yang tak terkendali hanya akan melelahkan, menyakitkan, dan
meresahkan diri sendiri. Sebab, ketika marah, misalnya, maka kemarahannya
akan meluap dan sulit dikendalikan. Dan itu akan membuat seluruh
tubuhnya gemetar, mudah memaki siapa saja, seluruh isi hatinya tertumpah
ruah, nafasnya tersengal-sengal, dan ia akan cenderung bertindak
sekehendak nafsunya. Adapun saat mengalami kegembiraan, ia
menikmatinya secara berlebihan, mudah lupa diri, dan tak ingat lagi siapa
dirinya.
Begitulah manusia, ketika tidak menyukai seseorang, ia cenderung
menghardik dan mencelanya. Akibatnya, seluruh kebaikan orang yang tidak
ia sukai itu tampak lenyap begitu saja. Demikian pula ketika menyukai
orang lain, maka orang itu akan terus ia puja dan sanjung setinggi-tingginya
seolah-olah tak ada cacatnya. Dalam sebuah hadist dikakatan: uCintailah
orang yang engkau cintai sewajarnya, karena siapa tahu ia akan menjadi musuhmu
di lain waktu, dan bencilah musuhmu itu sewajarnya, karena siapa tahu dia menjadi
sahabatmu di lain waktu.”
Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda, “Ya Allah saya minta pada-
Mu keadilan pada saat marah dan lapang dada.”
Barangsiapa mampu menguasai emosinya, mengendalikan akalnya dan
menimbang segalanya dengan benar, maka ia akan melihat kebenaran, akan
tahu jalan yang lurus dan akan menemukan hakekat.
{Sesungguhnya, Kami telah mengutus rasul-rasul dengan membawa bukti-bukti
yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca
(keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.}
(QS. Al-Hadid: 25)
Islam mengajarkan keseimbangan norma, budi pekerti, dan perilaku
sebagaimana ia mengajarkan manhaj yang lurus, syariat yang diridhai, dan
agama yang suci.
{Dan, demikianlah (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat
yang adil dan pilihan.}
(QS. Al-Baqarah: 143)
Keadilan merupakan tuntutan yang ideal sebagaimana ia dibutuhkan
dalam penerapan hukum. Itu terjadi, karena pada dasarnya Islam dibangun
di atas pondasi kebenaran dan keadilan. Yakni, benar dalam memberitakan
berita-berita Ilahi dan adil dalam menetapkan hukum, mengucapkan
perkataan, melakukan tindakan dan berbudi pekerti. Dan,
{Telah sempurnalah kalimat Rabb-mu (al-Qur’an) sebagai kalimat yang benar
dan adil.}
(QS. Al-An’am: 115)

Leave a Comment more...

Terimalah Setiap Pemberian Allah dengan Rela Hati,

Posted by sumarna in Sep 24, 2009, under Uncategorized

Sebelumnya, hal ini telah banyak dijelaskan; yakni beberapa makna
dan faedah dari kerelaan hati seseorang dalam menerima setiap pemberian
atau ketentuan Allah. Namun, kali ini saya akan membahasnya secara lebih
panjang lebar untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik. Singkatnya,
makna sikap ini adalah bahwa Anda harus rela hati dan puas dengan setiap
pemberian Allah; baik itu yang berupa raga, harta, anak, tempat tinggal
ataupun bakat kemampuan. Dan, makna inilah yang tersirat dari ayat al-
Qur’an berikut,
{Sebab itu, berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan
hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.}
(QS. Al-A’raf: 144)
Sebagian besar ulama salafus salih dan generasi awal umat ini adalah orang-
orang yang secara materi termasuk fakir miskin. Mereka tidak memiliki
harta yang berlimpah, rumah yang megah, kendaraan yang bagus, dan juga
pengawal pribadi. Meski demikian, mereka ternyata mampu membuat kehidupan
ini justru lebih bermakna serta membuat diri mereka dan masyarakatnya lebih
bahagia. Yang demikian itu, adalah karena mereka senantiasa memanfaatkan
setiap pemberian Allah di jalan yang benar. Dan karena itu pula, umur, waktu,
dan kemampuan atau ketrampilan mereka menjadi penuh berkah. Kebalikan
dari kelompok manusia yang diberkahi ini adalah mereka yang dikarunia Allah
dengan kekayaan yang meruah, anak yang banyak, dan nikmat yang berlimpah.
Tetapi semua itu justru menyebabkan diri mereka senantiasa merasa penuh
penderitaan, kecemasan dan kegelisahan. Adapun penyebabnya, tak lain adalah
karena mereka telah menyimpang dari fitrah dan tuntunan hidup yang benar.
Ini menjadi bukti nyata bahwa segala sesuatu (kekayaan, anak, pangkat, jabatan,
kehormatan dan lain sebagainya) adalah bukan segala-galanya.
Lihatlah, betapa banyak sarjana atau doktor yang tidak dapat memberi
kontribusi, pemikiran dan pengaruh yang cukup bagi masyarakatnya. Namun
sebaliknya; tak sedikit manusia yang dengan ilmu dan kemampuannya yang
sangat terbatas justru mampu membangun sungai yang senantiasa
mengalirkan manfaat, kebaikan, dan kemakmuran bagi sesama manusia.
Jika Anda ingin bahagia, maka terimalah dengan rela hati bentuk
perawakan tubuh yang diciptakan Allah untuk Anda, apapun kondisi
keluarga Anda, bagaimanapun suara Anda, seperti apapun kemampuan daya
tangkap dan pemahaman Anda, serta seberapapun penghasilan Anda.
Bahkan, kalau ingin meneladani para guru sufi yang zuhud, maka
sesungguhnya mereka telah melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar
apa yang disebutkan itu. Mereka selalu berkata, “Seyogyanya Anda senantiasa
tetap senang hati menerima sesedikit apapun yang Anda miliki dan rela
dengan segala sesuatu yang tidak Anda miliki.”
Berikut ini adalah beberapa tokoh terkenal yang kehidupan duniawi
mereka kurang beruntung.
1. Atha’ ibn Rabah, orang yang paling alim pada zamannya adalah
seorang mantan budak berkulit hitam, berhidung pesek, lumpuh tangannya,
dan berambut keriting.
2. Ahnaf ibn Qais, orang Arab yang dikenal paling sabar dan penyantun
ini sangat kurus tubuhnya, bongkok punggungnya, melengkung betisnya
dan lemah postur tubuhnya.
3. al-A’masy, ahli hadits kenamaan di dunia ini adalah sosok manusia
yang sayu sorot matanya dan seorang mantan budak yang fakir, compangcamping
baju yang dikenakannya, dan tidak menarik penampilan diri dan
rumahnya.
Bahkan, semua nabi dan rasul Allah adalah pernah menjadi
penggembala kambing. Dan, meskipun mereka termasuk manusia-manusia
pilihan Allah dan sebaik-baik manusia, pekerjaan mereka pun tak jauh beda
dengan manusia pada umumnya. Nabi Daud adalah seorang tukang besi,
Nabi Zakaria seorang tukang kayu, dan Nabi Idris seorang tukang jahit.
Kita tahu bahwa mereka adalah orang-orang pilihan.
Ini mengisyaratkan bahwa harga diri Anda ditentukan oleh
kemampuan, amal salih, kemanfaatan, dan akhlak Anda. Karena itu,
janganlah Anda bersedih dengan wajah yang kurang cantik, harta yang tak
banyak, anak yang sedikit, dan rumah yang tak megah! Singkatnya,
terimalah setiap pembagian Allah dengan penuh kerelaan hati.
{Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan
dunia.}
(QS. Az-Zukhruf: 32)

Leave a Comment more...